Artikel Waris
Tulisan ringan seputar hukum waris Islam, silsilah keluarga, dan pengurusan harta peninggalan — terbit setiap hari, disusun dengan bantuan AI.
Tanah Warisan Belum Bersertifikat: Langkah Aman bagi Ahli Waris
Tanah warisan yang belum bersertifikat sering membuat keluarga ragu membagi. Panduan ini menjelaskan dokumen, langkah musyawarah, contoh pembagian, dan kapan perlu ke notaris, PPAT, atau Pengadilan Agama.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Waris Islam, Adat, dan Perdata: Apa Bedanya bagi Keluarga Muslim?
Memahami perbedaan dasar waris Islam (faraid/KHI), waris adat, dan waris perdata di Indonesia, agar keluarga tidak salah memilih dasar pembagian.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Ashabah, Furudh, 'Aul, dan Radd: Istilah Waris yang Sering Membingungkan
Empat istilah ini muncul hampir di setiap pembahasan waris Islam. Artikel ini menjelaskannya dengan bahasa sehari-hari, lengkap dengan contoh hitung yang mudah diikuti.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Kapan Saudara Kandung Mewarisi dan Kapan Terhalang (Hijab)
Saudara kandung bukan ahli waris utama, tetapi bisa muncul saat pewaris tidak punya anak atau ayah. Pahami kapan mereka mendapat bagian dan kapan terhalang, lengkap dengan contoh hitung.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Utang, Biaya Pemakaman, dan Wasiat: Urutan Sebelum Harta Waris Dibagi
Harta warisan tidak langsung dibagi rata kepada ahli waris. Ada biaya pemakaman, utang almarhum, dan wasiat yang harus diselesaikan lebih dulu. Berikut urutannya menurut An-Nisa dan KHI, lengkap dengan contoh hitung.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Waris Bila Suami Punya Lebih dari Satu Istri: Bagian dan Contoh Hitung
Dalam waris Islam, bagian para istri adalah 1/4 bila tidak ada anak dan 1/8 bila ada anak, lalu dibagi bersama di antara mereka. Simak dasar hukumnya, contoh perhitungan yang tuntas, dan pertanyaan yang sering muncul.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Menyusun Silsilah Keluarga yang Rapi sebagai Dasar Pembagian Waris
Silsilah keluarga yang rapi membantu memastikan siapa saja ahli waris, siapa yang wafat lebih dahulu, dan cabang mana yang perlu ditandai sebelum harta waris dihitung dan dibagi.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Menunda Pembagian Warisan: Risiko dan Dampaknya bagi Generasi Berikutnya
Menunda pembagian warisan sering terasa aman, tetapi dapat menimbulkan harta bercampur, sengketa, dan komplikasi bila ahli waris meninggal. Pahami risiko dan langkah praktisnya.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Langkah dan Komponen Biaya
Tanah warisan sebaiknya dihitung dan didata dulu sebelum balik nama. Simak langkah, dokumen, komponen biaya, dan hal yang perlu ditanyakan ke PPAT/BPN.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Contoh Perhitungan Waris dengan 'Aul: Saat Total Bagian Melebihi Harta
Kadang bagian para ahli waris, jika dijumlahkan, melebihi satu harta utuh. Faraid mengenal 'aul: penyebutnya dinaikkan sehingga semua bagian berkurang sebanding. Berikut contoh hitungnya.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Waris Berantai (Munasakhah): Bila Ahli Waris Wafat Sebelum Harta Dibagi
Munasakhah terjadi ketika seorang ahli waris wafat sebelum harta warisan dibagi. Bagiannya tidak hangus, tetapi berpindah kepada ahli warisnya sendiri melalui tahap warisan kedua.
Baca selengkapnyaarrow_forward
Waris ketika Ada Ahli Waris Non-Muslim: Kedudukan dan Bagiannya
Kerabat yang berbeda agama tidak otomatis mewarisi. Simak dasar hukumnya dalam KHI, apa yang masih bisa ia terima lewat wasiat atau hibah, dan contoh hitungnya.
Baca selengkapnyaarrow_forward
rss_feed Langganan RSS